Setiap Perjuangan Pasti Ada Tantangannya

Oleh Yudi
SHARE

Purwokerto : Dimasa pandemi ini bahwa setiap pekerjaan, setiap perjuangan pasti ada tantangan, MTs MANU 1 Kebasen akan maju pasti ada tantangan semakin besar jumlah siswanya tantangannya juga semakin berat, perjuangan tanpa tantangan tidak akan berhasil setiap tantangan yang diperjuangkan pasti ada hasilnya. Hal tersebut disampaikan oleh kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag  dalam sambutannya melalui daring saat membuka acara Review KTSP Dokumen satu MTs Maarif NU 1 Kebasen, (Senin, 26/7)

Review KTSP Dokumen satu digelar oleh MTs Maarif NU 1 Kebasen dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil kinerja serta kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada tahun ajaran 2019/2020. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui zoom meeting dan diikuti oleh Kasi Pendidikan Madrsah (PENDMA) Kemenag Banyumas Edi Sungkowo, Kepala Madrasah,  serta dewan guru  dengan total peserta 33 orang.

" Dimasa pendaftaran  siswa baru tahun ajaran 2021 /2022 ini  MTs Maarif NU 1 Kebasen menerima 210 siswa dari pendaftar sejumlah 227 . Ini menjadikan MTs Maarif NU 1 Kebasen  sebagai madrasah swasta satu satunya yang menolak siswa pada saat pendaftaran siswa baru dikarenakan jumlah ruang kelas yang tidak cukup. Dan satu keunggulan lainnya di MTs Maarif NU 1 Kebasen adalah madrasah ini mempunyai kelas khusus yaitu kelas olah raga, kelas ini diprioritaskan bagi siswa siswi lulusan SD / MI  yang mempunyai prestasi di bidang olah raga . Dengan adanya kekurangan ruang kelas  semoga ditahun mendatang MTs Maarif NU 1 Kebasen dapat mengakses bantuan melalui kantor Kementerian Agama ini."  jelas Edi Sungkowo

" Secara kelembagaan kebijakan MTs harus berkoordinasi dengan kantor kemenag Banyumas dan  secara teknis melalui Kasi Pendma , tujuannya adalah dalam rangka memajukan MTs Maarif NU 1 Kebasen. Komitmen kita terapkan sehingga lima Budaya Kerja harus terus dingatkan, yaitu  Integritas, profesionalitas, inovasi,   tanggung jawab dan  keteladanan. Ini kunci kita untuk berhasil BKSM di kementerian Agama." tutur Akhsin Aedi

" Dimasa pandemi guru harus punya inovasi dan kreativitas ,  pandemi bukan sebagai alasan untuk tidak berinovasi,  pandemi tidak menghalangi untuk berkreativitas dan harus bertanggungjawab, makanya pada saat ada pelatihan ataupun workshop guru harus ikut. Mari kita punya komitmen yang tinggi, punya integritas yang tinggi, bekerja secara profesionalitas,  punya inovasi kretifitas tanggungjawab serta suri tauladan yang baik. Apabila ini diterapkan maka MTs Maarif NU 1 Kebasen akan menjadi sekolah yang berprestast dan mandiri." pungkasnya.(yudi)