SETELAH 1 JULI, TIDAK ADA BEDOLAN ?

Oleh KUA Purwokerto Timur
SHARE

Purwokerto Timur, “Berdasarkan hasil Rapat kordinasi Bupati Banyumas dengan Forkompinda, Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali melarang penyelenggaraan hajatan mulai tanggal 24 Juni 2021. Namun memperbolehkan acara akad nikah dengan ketentuan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Tamu undangan dari luar Banyumas wajib menunjukkan swab antigen dengan hasil negatif”, demikian kata Drs. Kristanto Msi dalam kata sambutannya dalam rapat koordinasi Lintas Sektoral di Aula Kec. Purwokerto Timur (16/06).

 

Selanjutnya Kristanto menyampaikan bahwa setelah Bupati mendengarkan masukan dari Ketua DPRD termasuk masukan dari kepala desa, dan munculnya klaster hajatan, maka keputusan pemberlakuan pelarangan hajatan lebih awal. “Pemerintah Kecamatan Purwokerto Timur sesuai surat edaran Bupati Banyumas, akan memperketat kembali kegiatan masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian India yang ditemukan di Kudus, baru-baru ini yang tadinya larangan hajatan per 1 Juli diajukan lebih awal” katanya.

Kepala KUA Kec. Purwokerto Timur dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sugiarto SAg menyatakan bahwa Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam juga mengeluarkan kebijakan terkait pelayanan nikah pada masa Pandemi.

Dalam Surat Edaran Nomor 069-08/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan 10 Juni 2020, menyebutkan bahwa masyarakat diperkenankan untuk melaksanakan akad nikah di luar KUA.

“Untuk pelaksanaan akad nikah di KUA dan rumah bisa dihadiri maksimal oleh 10 orang” katanya.

“Dalam hal protokol kesehatan dilanggar dan/atau ketentuan pernikahan di masa pandemi tidak dapat terpenuhi, maka penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan “.

Sementara Kapolsek Purwokerto Timur yang baru, AKP Puji Nurrohman, SH,MH mengatakan bahwa, salah satu kegiatan yang diperketat adalah hajatan.

“Mulai 1 Juli 2021 Pemkab Banyumas akan kembali melarang hajatan. Meski demikian, akad nikah tetap diperbolehkan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA).”

"Sampai akhir bulan hajatan masih diberlakukan pengetatan, karena kemungkinan masih ada yang merencanakan hajatan,tapi harus benar-benar ketat”

Selain itu, obyek wisata outdoor jumlah pengunjungnya dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas. Pertimbangannya, agar ekonomi masyarakat tetap bergerak. Rencananya pemerintah akan melakukan rapid test antigen terhadap wisatawan dari luar kota. "Misal dari rombongan lima orang, yang di-swab tiga. Ini untuk memastikan bahwa rombongan itu aman dan jam malam akan diaktifkan kembali”.katanya.

“Dengan makin ketat dan disiplinnya masyarakat melaksanakan prokes, diharapkan penularan Pandemi Covid-19 dapat ditekan tidak menjalar di Kab. Banyumas” tutupnya.(gie)