Kebulatan Tekad Cegah Stunting Dan Penyakit Berbasis Lingkungan

Oleh KUA Purwokerto Timur
SHARE

Purwokerto Timur, “Betapa pentingnya kesehatan bagi masyarakat, sehingga kita harus melakukan komitmen bersama, kebulatan tekad dari semua sektor, untuk membiasakan masyarakat dengan pola hidup bersih dan sehat”, demikian sambutan Drs Kristanto Msi selaku Camat Purwokerto Timur dalam membuka kegiatan Penggalangan Komitmen & Dukungan Forkompinca dalam Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Aula Kecamatan Purwokerto Timur (7/9/2021).

Kegiatan penggalangan komitmen tersebut dihadiri pimpinan Puskesmas Purwokerto Timur I dan II, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Korwil Dindik, Lurah, Koordinator PLKB, Ketua TP PKK dan Kasi Permas/Trantip Kecamatan Purwokerto Timur.

Salah satu pokok bahasan pada penggalangan komitmen tersebut adalah masalah stunting dan penyakit berbasis lingkungan yang terjadi di Kec. Purwokerto Timur yang masih cukup tinggi.

“Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun”, kata Maili Wijhah Tsabity, S. Tr. KL selaku nara sumber.

Kekurangan gizi kronis juga disebabkan nutrisi yang masuk ke ibu banyak terbuang akibat penyakit berbasis lingkungan. Penyebab utamanya adalah sanitasi yang buruk dan masyarakat belum terbiasa hidup bersih dan sehat.

Selanjutnya Dr. Yufana Dewanti mengatakan bahwa untuk mencegah stunting dan penyakit yang berbasis lingkungan, semua pihak harus mendorong peningkatan kualitas sanitasi total berbasis masyarakat dan melalui ODF (Open Defecation Free/tidak buang air besar sembarangan.

“Kebiasaan masyarakat untuk tidak buang air sembarangan dan peningkatan sanitasi akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, sehingga angka stunting dan penyakit berbasis lingkungan dapai ditekan”, kata Kepala Puskesmas Purwokerto Timur tersebut.

Ada lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat yakni berhenti buang air besar sembrangan, membiasakan mencuci tangan dengan sabun, pengolahan air yang benar, pembuangan sampah yang tepat dan pengelolaan limbah rumah tangga yang tidak mengotori lingkungan. Dengan adanya akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi pada penurunan Stunting.

Di tempat terpisah Kepala KUA Purwokerto Timur menyatakan bahwa mainset kebersihan adalah sebagian dari iman akan mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita akan sampaikan kepada calon pengantin dan melalui penyuluh Agama Islam agar mendorong masyarakat untuk meminimalisir penyakit berbasis lingkungan dengan tidak buang air besar sembarangan dan membiasakan hidup bersih dan sehat” katanya.(gie)