Kasubbag TU : Dalam Pembelajaran Ada Yang Lebih Penting Dari Guru

Oleh seksi penma
SHARE

PURWOKERTO - Materi, metode, dan guru adalah beberapa dari komponen yang terpenting dalam sebuah pembelajaran. Namun, dari ketiga hal tersebut, mana yang paling penting? Materikah? Metodekah? Atau gurukah? "Materi itu penting, karena merupakan isi pembelajaran. Tapi materi atau konten itu jadi tidak penting, ketika tidak memiliki metode thoriqoh atau cara untuk mengajar. Jadi cara itu jauh lebih penting dari materi karena metode merupakan jalan untuk menguasai materi tersebut" ujar Kasubbag Tata Usaha, Ibnu Asaddudin saat mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas pada pembukaan Pelatihan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dan Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Multi Media, Senin (13/9) di D Garden Resto Purwokerto.

Tetapi, lanjut Ibnu, setelah bapak ibu memahami konten, memahami materi dan memahami cara namun tidak ada gurunya, maka tentu para siswa akan mempelajari melalui internet, melalui Google. Sehingga keberadaan guru jauh lebih penting daripada materi maupun metode. 

Realitas di lapangan, guru madrasah kebanyakan non PNS. Pertanyaannya, bagaimana mereka akan mengajar dengan baik ketika mereka masih memiliki beban bekerja sambilan untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan mereka? Ketika siswa, materi, metode sudah terpenuhi tetapi guru memiliki beban dan mereka tidak mengahdirkan ruh sebagai seorang guru, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai.

"Pada akhirnya yang dipentingkan dalam pembelajaran adalah ruhul mudaris. Jadi ruh-nya guru jauh lebih penting dari guru itu sendiri, jauh lebih penting dari metode, dan jauh lebih penting dari materi. Sehingga saya berharap dalam mengikuti pelatihan ini, bapak ibu semuanya benar-beanr menghadirkan ruh sebagai seorang guru. Ikuti pelatihan dengan baik dan sungguh-sungguh dan kelak dapat diimplementasikan di madrasah masing-masing", harap Ibnu.

 

Pelatihan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dan Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Multi Media merupakan program Pelatihan di Wilayah Kerja atau PDWK yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang diikuti oleh 40 guru MTs dan 40 guru MI dan akan berlangsung hingga 18 September 2021. 

Kasi Diklat Tenaga Teknis BDK Semarang, Siti Maunah meminta seluruh peserta diklat dan jajaran Kemenag Banyumas ikut membantu pembangunan Zona Integritas BDK Semarang dengan tidak memberikan gratifikasi baik itu oleh-oleh, makanan maupun materi lainnya. (ak)