Kasi Bimas Islam Konfirmasi Tindak Lanjut Aduan Masyarakat

Oleh Yudi
SHARE

Purwokerto: Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Afiffudin Idrus S Ag, M.Pd.I melakukan kunjungan ke KUA Purwokerto Timur. Kunjungan tersebut terkait dengan konfirmasi tindaklanjut atas aduan masyarakat Purwokerto Wetan yang masuk lapak Dumas Bupati Banyumas tanggal 27 Oktober  lalu, Rabu (1/12)

Menurut Afiffudin Idrus selaku ASN yang diberikan mandat untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat beragama harus tanggap dan  kritis terhadap setiap masukan yang disampaikan masyarakat terkait dengan layanan masalah keagamaan, apalagi hal yang disampaikan adalah masalah yang cukup sensitif bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kita perlu tanggap dan menindaklanjuti setiap masukan dari masyarakat untuk memastikan tidak akan terjadi gejolak karena masalah keagamaan yang bersifat sensitif di lingkungan masyarakat” katanya.

Menanggapi masalah aduan masyarakat yang masuk ke Lapak Aduan Bupati Banyumas tersebut Kepala KUA Kec. Purwokerto Timur menyatakan bahwa aduan masyarakat tersebut terkait isi ceramah yang disampaikan khotib Jum’at di masjid Purwokerto Wetan yang menurut pelapor mengandung unsur kebencian dan bersifat  provokatif.

“Menurut pelapor, khutbah yang disampaikan khotib megandung unsur kebencian terhadap pemerintah dan bernada provokatif”, kata Yudhy Bachtiar Tri Putro SH.

Menurut Yudhy, informasi aduan masyarakat tersebut sudah dikoordinasikan dengan Polsek Purwokerto Timur, akan tetapi karena pengadu tidak menyampaikan identitas,waktu dan bukti lainnya, maka pihak Kepolisian perlu menggali informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, termasuk Penyuluh Agama Islam.

“Polsek sudah menerima informasi terkait aduan tersebut, untuk menindak lanjuti perlu mendalami delik aduan dan memerlukan bukti-bukti pendukung untuk mengambil tindakan secara tepat,”, katanya.

Menurut informasi dari Kayim Purwokerto Wetan yang juga petugas Satgas, bahwa belum ada instruksi dari pihak terkait untuk memanggil / meminta klarifikasi kepada pihak terkait mengingat pengadu tidak menyebutkan identitas khotib dan waktu kejadian.

“Pihak Kelurahan belum memintai keterangan kepada Takmir Masjid karena belum ada instruksi dan aduan tersebut tidak menyebutkan nama khotip maupun waktu kejadian” kata Sihid kayim Purwokerto Wetan.

Selanjutnya Yudhy Bachtiar Tri Putro, SH mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait karena masalah yang disampaikan melibatkan Pemerintahan mulai tingkat kelurahan, kecamatan, Polsek dan KUA selaku pembina keagamaan di lingkungannya.

“Kita telah koordinasikan masalah tersebut dengan Forkompincam, dan masalah ini akan ditangani secara integral, penanganan masalah aduan tersebut disamping harus ada bukti-bukti yang lebih kuat, juga perlu klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga masalah ini segera tertangani secara tepat dan tuntas”, pungkasnya (gie/tum)