Guru Madrasah Pantang Mengajar Sebelum Belajar

Oleh seksi penma
SHARE

CILONGOK - Mempersiapkan proses pembelajaran hukumnya wajib bagi seorang guru agar langkah-langkah serta tujuannya dapat tercapai saat proses pembelajaran. Guru yang tidak menyiapkan proses pembelajaran dengan baik, maka tujuan pembelajarannya tidak akan tercapai dengan maksimal. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengawas Madrasah sekaligus Faslitator eRKAM Siti Asiyah saat mendampingi kegiatan praktek pengisian EDM eRKAM di MI Ma'arif Cilongok, Kamis (25/11) kemarin.

Asiyah menuturkan mempersiapkan proses pembelajaran terdiri dari menyusun dan mengembangkan RPP, menyiapkan metode dan media pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, serta menyiapkan skenario pembelajaran sesuai dengan tingkatan kemahiran siswa. 

Selain itu, guru juga harus melakukan penilaian otentik yaitu menilai siswa mulai dari kesiapan belajar, selama proses pembelajaran dan penilaian akhir. "Guru perlu melakukan berbagai penilaian, ada penilaian harian, akhir semester maupun akhir tahun" ungkap Asiyah.

Penilaian yang dilakukan guru harus dijadikan pedoman dalam menentukan kegiatan remedial dan pengayaan. "Jika nilainya belum mencapai KKM berarti remidial, jika melebihi berarti siswa diberi pengayaaan", jelasnya. 

Menyiapkan proses pembelajaran dan melakukan penilaian dengan benar ini harus menjadi budaya mutu di madrasah. Harus menjadi kebiasaan yang baik. "Oleh karenanya guru madrasah harus pantang mengajar sebelum belajar. Artinya belajar dulu, siapkan dulu segala sesuatunya baru mengajar" pungkas Asiyah. 

Kegiatan praktek EDM eRKAM MI di wilayah kecamatan Cilongok, diikuti oleh 21 lembaga. Pada akhir kegiatan, tim pengembang madrasah diberi kode registrasi untuk masuk platform EDM eRKAM. "Saya kasihkan kode registrasi, agar madrasah bisa mipil mengerjakan platform" kata Aji kuswanto, yang juga salah satu fasilitator eRKAM Kabupaten Banyumas. (akw)