Nikah di KUA rasa Hotel Berbintang

Oleh KUA Purwokerto Timur
SHARE

Purwokerto Timur, Banyak yang berubah sejak adanya pandemi COVID-19, termasuk perihal menggelar pesta pernikahan. Adanya peraturan ketat mengenai protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus menyebabkan gelaran pesta pernikahan harus mengalami adaptasi.

Aturan-aturan baru yang muncul akibat pandemi, seperti pembatasan jumlah tamu, ketentuan tempat pernikahan yang hanya dilaksanakan di KUA terkadang memaksa calon pengantin sedikit mengubah konsep pesta pernikahan impiannya.

Luthfi Kamil dan Rodiyatun Khodijah yang jauh hari merencanakan pernikahan di Hotel ternama di Purwokerto Timur, karena PPKM harus merubah rencananya dengan melangsungkan pernikahan di KUA Purwokerto Timur (25/7)

“Tadinya kami menyiapkan pernikahan di hotel, tapi karena dilarang melaksanakan nikah di luar KUA maka terpaksa kami rubah konsepnya, tetap di KUA tapi dengan dekorasi yang lebih artistik” kata Luthfi Kamil.

Selanjutnya pria yang beralamat Koto Lua Pauh Padang ini mengakan bahwa momen spesial bagi dia dan calon istri harus terkesan, sehingga akan tetap diingat seumur hidup. “Ini adalah sejarah bagi kami berdua, jadi kalau bisa kita jadikan momen yang spesial” imbuhnya.

Sementara itu Ryan penanggung jawab vendor pernikahan mengatakan bahwa konsep yang digelar pada pernikahan Luthfi Kamil adalah design altar pernikahan outdoor dengan tema klasik namun tetap elegan.

“Kami mengusung tema gazebo rustic untuk memaksimalkan komposisi tempat di luar ruangan agar ada ballancing antara volume area dengan altar pelaminan” katanya.

Owner Yudistira Decoration ini juga menyampaikan bahwa ia melayani berbagai macam design altar pelaminan dengan konsep tradisional maupun modern dengan harga yang disesuaikan dengan budged calon pengantin.

“Yang paling sering konsep pernikahan dengan tema budhaya lokal (Jawa), tapi yang menghendaki tema Barat juga kami layani” jelasnya.

Yudhy Bachtiar Tri Putro SH selaku kepala KUA Purwokerto Timur mengatakan bahwa pada prinsipnya pernikahan yang dilaksanakan dengan menampilkan design pribadi tidak menyalahi aturan, sepanjang sesuai dengan protokol kesehatan dan regulasi yang berlaku selama PPKM.

“Sampai dengan berakhirnya PPKM, pernikahan hanya dilaksanakan di KUA dengan protokol kesehatan secara ketat, mematuhi 5 M, dan hanya 6 orang yang masuk balai nikah, kalau catin menghendaki membuat altar dekorasi untuk prosesi pernikahan, sepanjang di lingkungan KUA dan tidak melanggar aturan PPKM , tetap kita layani” (gie)