Kemenag Gelar Sosialisasi ZI Di MTs N 1 Banyumas

Oleh Yudi
SHARE

Purwokerto : Kepala kantor Kemenag kabupaten Banyumas Drs.H.Akhsin Aedi,M.Ag didampingi Kasubag TU H. Ibnu Asaddudin, S.Ag, M.Pd dan Kepala MTs N 1 Banyumas Sudir , S.Ag, M.S.I membuka kegiatan sosialisasi percepatan implementasi program pembangunan Zona Integritas (ZI)  menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) bagi guru dan staff bertempat di aula  MTsN 1 Banyumas, Rabu (1/12)

Sosialisasi percepatan implementasi program pembangunan Zona Integritas (ZI)   ini diadakan terkait dengan rencana MTsN 1 Banyumas untuk mempersiapkan dan pengajuan satuan kerja tersebut dalam program ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di tahun 2022. Sebagai narasumber teknis Aji Kuswanto selaku admin ZI di kantor Kemenag kabupaten Banyumas.

Dalam sambutannya Kepala MTs N 1 Banyumas Sudir berharap kedepannya MTsN 1  Banyumas dapat mendapatkan kriteria ZI menuju ke WBK  dan WBBM .

" Kami dewan guru dan staff mohon untuk terus dipantau dan dibimbing dari kantor Kemenag kabupaten Banyumas agar MTsN 1 Banyumas  dapat menuju ke ZI , WBK dan WBBM. Hal ini perlu mendapat dukungan dari segenap guru dan staff disini , menuju madrasah yang mandiri dan berprestasi  agar tidak ketinggalan dengan sekolah lain.” tuturnya.

Ditempat yang sama Kasubag TU menyampaikan bahwa untuk menuju ke ZI , WBK dan WBBM diperlukan kerjasama tim yang solid dari semua pihak, tanpa adanya kerjasama tim akan sulit untuk dilaksanakan.

“ Ada delapan pokja yang ada disini, antara satu pokja dengan pokja lain saling terkait sehingga kalau salah satu pokja tidak bekerja akan mempengaruhi pokja lain. Monggoh untuk masing masing pokja di MTsN 1 ini bisa berkomunikasi dengan pokja yang sama di kankemenag Banyumas. Andaikata masih bingung dan tidak ketemu dengan ketua pokjanya bisa berhubungan mas Aji.”  Jelas Ibnu.

Kepala kantor Kemenag kabupaten Banyumas dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menuju ke ZI, WBK dan WBBM harus ada daya dukungnya.

“ Yitu keterlibatan pimpinan pada semua kegiatan ,  kekompakan dan kebersamaan tim ZI. Selain itu kita harus membangun kerjasama dengan pihak lain, serta lokasi kantor yang strategis luas dan nyaman.” Tuturnya.

“ Pada saat mempersiapkan dan pelaksanaan ZI pasti akan ada kendala dan hambatan yang ditemui mulai dari keterbatasan dana, kekurangan sarpras, kompetensi petugas PTSP atau front office baik di kantor, MPP maupun di KUA masih perlu ditingkatkan. Serta tata persuratan belum menggunakan tanda tangan elektronik.” Ujarnya lebih lanjut. (tum)