Kanwil Kemenag Jawa Tengah Gelar Sinkronisasi Data

Oleh seksi pais
SHARE

Purwokerto: Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) jawa Tengah menggelar monitoring dan evaluasi sinkronisasi data penerima Tunjangan Profei Guru (TPG) non PNS tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di RM. Oemah Daun Purwokerto yang diikuti 2 (dua) orang perwakilan dari wilayah karesidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara. Kamis (25/11)

Martina Wulandari selaku perencana Ahli Madya pada Bidang PAI Kanwil Kemenag Jateng menyampaikan, “Kegiatan ini penting dilakukan untuk mensinkronkan data penerima TPG Guru PAI non PNS agar datanya vallid dan sahih sehingga tidak tumpang tindih . Untuk kegiatan di Kabupaten Banyumas diikuti oleh Kemenag Kabupaten di wilayah karesidenan Banyumas yang masing-masing Kabupaten mengirimkan dua orang yakni satu orang eksekutor pencairan TPG dan satu orang merupakan operator aplikasi Siaga Kemenag. Kegiatan ini kami selenggarakan selama 3 (tiga) hari yakni sejak tanggal 24 sampai dengan 26 November 2021”, ungkapnya.

Agus Setiawan selaku Kasi PAI Kemenag Kabupaten Banyumas ketika dihubungi pada saat kegiatan tersebut menmyampaikan, “tujuan dari diadakannya sinkronisasi ini untuk meminimalisir kesalahan kita dalam mencairkan TPG, yaitu menyamakan data yang kita kirim ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah berupa daftar nominatif dengan data yang ada di Siaga Kemenag. Hal ini untuk mengantisipasi Guru PAI yang sudah pensiun masih dibayar, juga mengantisipasi Guru PAI yang sudah resign mengajar masih dibayarkan TPGnya”, jelasnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Kegiatan ini bagian dari upaya preventif kita seandainya ada kekeliruan itu tidak terlanjur keliru, sehingga bisa kita hentikan setelah ditemukan ada kekeliruan. Harapan kami kedepan dalam pencairan TPG nantinya akan lebih aman, terkendali dan terkontrol sehingga tidak ada kesalahan-kesalahan yang kita lakukan”, ungkapnya.

Pada acara yang sama, Sujiman selaku ketua Pokjawas menyampaikan “Selain Kasi PAI beserta staf, Ketua Pokjawas, hadir juga dalam kegiatan tersebut rekan-rekan Pengawas PAI Kemenag Kab. Banyumas untuk ikut mangayubagyo terhadap kegiatan tersebut. Di sela-sela kegiatan tersebut kami menanyakan tentang pemberian insentif bagi Guru PAI itu patokannya apa karena yang terjadi di lapangan ada yang menerima dan ada yang belum menerima insentif kepada Tim dari Kanwil. Dan jawaban Tim dari Kanwil kemungkinan adalah adanya keterbatasan anggaran, dari sisi usia dan masa kerja Guru PAI yang bersangkutan. Kami berharap bagi Guru PAI yang tahun ini belum menerima insentif tidak berkecil hati dan tetap sabar, semoga periode berikutnya mendapatkan. Dan kami melalui tim dari Kasi PAI berusaha lagi untuk melakukan pendataan berapa orang Guru PAI yang tidak menerima insentif dengan harapan mudah-mudahan dapat diambilkan dari pentasarufan zakat yang akan datang”, pungkasnya. (Du)