Amankah penggunaan Menstrualcup ?

Oleh KUA Purwokerto Timur
SHARE

Purwokerto Timur, Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta Bimbingan Perkawinan Angkatan XIII se Eks Kotip Purwokerto di Aula Pokjawas Purwokerto Timur kepada pemateri adalah apakah aman penggunaan Menstrualcup bagi wanita karena dengan alasan praktis, trending dan banyak yang mulai menggunakan menstrualcup daripada pembalut konvensional(1/12).

“Apakah aman Bu, penggunaan menstrualcup karena kalangan selebgram banyak yang memakai dan mulai trending di kalangan milenial”, tanya Eny Fatihatun Hasanah peserta dari Purwokerto Timur.

Menjawab pertanyaan tersebut Arini Suryowati Amd.Keb selaku nara sumber menjelaskan bahwa wanita memerlukan alat yang sudah terjamin kualitas dan kesehatannya, agar organ reproduksi terjaga dan tetap sehat. Ada beberapa alat penunjang menstruasi yang tidak asing lagi bagi wanita, seperti pembalut dan menstrual cup.

“Menstrual cup adalah cawan atau wadah fleksibel yang terbuat dari silikon dengan ujung yang sedikit meruncing berfungsi sebagai pegangan untuk menarik. Menstrual cup ini berfungsi untuk menampung darah haid dengan cara memasukan alat tersebut ke dalam vagina. Dengan menggunakan menstrual cup hanya perlu membersihkannya saat 8-12 jam sekali”, jelasnya.

Keduanya itu bisa menjadi pilihan, mana yang nyaman digunakan dan aman bagi kesehatan kita terutama kesehatan organ reproduksi.

“Sebelum kita memilih apa yang akan digunakan, sebaiknya kita amati terlebih dahulu tentang kelebihan dan kekurangan dari alat tersebut dan bagaimana penggunaannya dalam perspektif kesehatan” kata bidan Puskesmas Purwokerto Selatan tersebut.

Kelebihan pembalut konvensional (sekali pakai), aman, murah dan mudah di dapat di berbagai tempat. Sedang kekurangannya bisa meningkatkan produksi limbah, dan dalam pembalut sekali pakai terdapat zat kimia, dan apabila zat tersebut masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan bahaya.

Menstrual cup aman digunakan karena dapat meminimalisir bau dan iritasi kulit, juga bisa digunakan berulang-ulang dengan cara membersihkannya terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir, adapun kekurangannya adalah alat tersebut belum direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan, belum banyak dijual di toko dan tidak sedikit wanita yang kurang merasa nyaman menggunakannya”, katanya.

Pada kesempatan terpisah Yudhy Bachtiar Tri Putro, SH menyampaikan bahwa idealnya setiap catin harus mengikuti Binwin sebagai pembekalan bagi calon pasangan yang akan membangun rumah tangga.

“Semua materi yang disampaikan kepada calon pengantin sangat penting untuk diketahui, termasuk materi kesehatan reproduksi, karena banyak hal yang akan dialami oleh pasangan baru terkait dengan masalah kesehatan, kehamilan, perawatan bayi dan phsikologi keluarga”, katanya(gie)